Minggu, 11 Januari 2009
BiNTang
maka kan kuhampiri penggoda yang menari-nari girang bersama sang malam
aku akan turun kebumi dengan kekecilan dan binar mataku menyapa indah matamu yang lugu dan kunyatakan cintaku
andai ini ada……….
andai ini mungkin…………
andai matamu benar lugu seperti anak kecil itu
kepeluk jiwamu dengan kelembutan syurgaku dan kupersunting tuk jadi permaisuriku
BLOON
Biarkan matahari itu tersenyum dan rembulan tertawa…. atau bintang tak ingin lagi bertaburan…tatkala hari semakin panas…. dan panas. Manusia hanyalah seonggok daging yang berjalan dirindangnya padang pasir… dan teriknya di padang salju…
Jangan tertawa… dan jangan tersenyum…….. andai kau tak pernah tahu jika air laut itu asin…. atau
Aahhhh terlalu bloon semua itu….. dan terkadang orang pintar akan jadi bloon karena indahnya rembulan…. dan orang miskin yang menjadi cerdik karena teriknya matahari…..
GADIS
bagai rokok tanpa korek api.
sial di hati, semakin lama semakin tak berasa,
dalam jepitan bibir kandis tersentuh udara. kucintai kau gadis,
bagai pecel lele tanpa sambel,
bagai jejak kaki tanpa sendal.
sambil kutimba air dari sumur belakang rumah nenek–
demikianlah kutimba perasaan berisi seember kamu–
kutarik-ulur dan tertumpah
CERPEN
AH..... AKU KECEWA !
By. ViDe BiNus
Kata orang akoe orangnya ganteng and tampan (apalagi didekatkan dengan Leonardo Dicaprio otomatis tidak berjauhan). Yang ngomong gitu bukan satu orang saja but sudah seribu orang (termasuk nenekku yang centil). Wajahku nggak malu-maluin dong kalau hanya diajak nongkrong dilapangan Merdeka or di Supermarket. Apalagi kalau hanya di ajak kondangan ke Merasi City (dijamin siiiiip lah.....).
“ Abel “, sapa Indra.
“ Ada apa dra “ jawabku
“ Saya bingung sama kamu, orang cakep kayak kamu kok belum punya pacar “, tanya Indra.
“ Kamu ada-ada saja, dra... “, gurauku
Setelah aku pikir-pikir memang aku menyadari bahwa sampai sekarang akoe belum ada gacoan. Kadang-kadang, kata temanku benar juga (Apa akoe nggak laku ya...).
Memang teman-temanku sangat baik kepada ku, mereka selalu menemaniku baik dalam suka maupun dalam duka. Apalagi pada saat aku gajian, mereka pintar sekali memujiku (mungkin mereka minta kecipratan gajiku agar di traktir makan bakso didepan kampusku).
Oh, yaa..... akoe ada cerita tentang cintaku yang membuat sakit Dodo Mentokku (Sakit ni yeeeeee.......). Memang akoe sering mendapatkan salam lewat temanku Indra. Dia menyampaikan salam dari Nora, Laila, Sisca, Indri (cewek selebritis di kampusku). Aku anggap angin lalu saja karena mereka bukan typeku. Mereka materialistik dan melihat ketampanan saja tanpa melihat kepribadian seseorang (mungkin mobil pribadi or rumah pribadi kali ni....... Nggak nuduh dong cuma praduga saja). Mereka anggak mau diajak jalan-jalan pake angkot (mungkin nggak sebanding dengan parfumnya). Maunya sih... pake roda dua or roda empat (Gimana kalau pake dokar..).
Aku berkeliling di supermaket lantai dua. Iseng-iseng kalau ketemu baju kesukaanku (maklum lagi gajian). Aku telah melihat bermacam-macam baju but tak satupun ketemu yang aku inginkan (kali mau cari baju bayi..... nggak cocok dong).
“ Lihat tas saja ah... “ Gumanku. Lalu aku berjalan menuju tempat penjualan tas, tanpa sengaja aku berpapasan dengan Afifa Salsabila Vide.
“ Hai Abel “, sapa Afifa
“ Oh..., Afifa, lagi ngapain fa “, tanyaku
“ Ini bel, aku nemani temanku ini beli tas”, jawab Afifa.
Lalu aku melihat teman afifa yang berdiri dibelakangnya
‘ Wah.... begitu anggunnya, rambutnya terurai, matanya sendu (bukan senang duit), wajah keibuan. Ini dia wanita pilihanku” Gumanku.
“ Oi..... jangan memandang saja, ayo kenalan...”, celetuk Afifa
“ Oh ya...... ya..... “ kataku sambil terkejut.
Lalu cewek tersebut mengulurkan tangannya.
“ Namaku Nadya Indah Agustin. Panggil saja Nadya”, katanya
“ Pabelan Hidayatullah Vide, orang memanggilku Abel “, kataku sambil berjabat tangan.
“ Udah ya...... kami tinggal dulu Abel “ sela afifa.
Tanpa sengaja mata kami bertatapan, dia memberikan senyumnya padaku. Senyuman yang tidak pernah kudapatkan dari wanita lain (kecuali senyuman nenekku yang ompong).
“ Abel, tinggal dulu yaa...... “sela Nadya.
“ ya....ya... “, jawabku
Sejenak aku termenung mengiringi kepergiannya. Jantungku berdebar-debar, tidak pernah kurasakan seperti ini ketika aku berkenalan dengan cewek (mungkin Nadya punya aliran listrik) dan Aku tak terpikirkan seandainya dia menjadi kekasihku. Apapun akan aku lakukan demi cintaku, demi dia.
Malam ini aku tak bisa tidur, entah kenapa sejak perkenalan itu wajah Nadya selalu hadir dibenakku. Apa ini yang dinamai cinta. Aku membayangkan betapa indahnya dunia ini seandainya dia menjadi kekasihku. Jalan satu-satunya aku harus mendekati Afifa Salsabila Vide. Akhirnya aku terlelap juga.
“ Abel “, Sapa Indra.
“ Ngapain dra..... “, jawabku
“ Abel, tolong ijinkan aku sama Pak Dedi Karwanto bahwa aku nggak bisa masuk mata kuliahnya “, pinta Indra.
“ Kamu mau kemana dra......”, tanyaku balik.
“ Biasa..... mau jalan-jalan “, jawab Indra sambil menstrater motornya.
“ Sama Siapa dra....”, tanyaku balik
“ Itu...........”, sambil tangan indra menunjuk seorang cewek didepan bakso.
Betapa terkejut aku, karna cewek tersebut adalah Nadya. Aku tak menyangka jika si Nadya jadian sama Indra. Sebab Indra adalah cowok play boy dikampusku.
“ Abel, pergi dulu ya........”, celetuk indra.
Aku tak menjawab dan aku hanya tertunduk lesuh. Aku lihat Nadya naik motor Indra dan bikin aku kecewa lagi ketika tangan Nadya memeluk pinggang Indra.
“ Kenapa aku harus kecewa ketika aku menemukan cintaku “,gumanku.
Mungkin saat ini aku tak mungkin merebutnya (Tanaman makan pagar itu namanya). Biarlah aku menanti Nadya disaat dia dikecewakan oleh Indra.
Buat Anakku tercinta :
Pabelan Hidayatullah Vide
Afifa Salsabila Vide
CERPEN
TATKALA CINTA ITU MENYAPA
Wawwww……. anggun gadis itu. Decak kagum temen-temenku disaat awal pertama kami masuk di STMIK Bina Nusantara Jaya yang bonafide di kota Lubuklingau. Ya… ku akui kalo wanita tersebut memang benar-benar cantix (yang pastinya ng’ beda dengan Luna Maya yang Seksi). Pakaian apapun yang dia kenakan pasti sangat cocok sekali and ditambah dengan gayanya yg low profile (bikin cowok kesemsem). Yang pastinya cewek tersebut enak dipandang (mungkin…….kayak terminal A Simpang Periuk yang ditinggal penghuninya ha ha ha). Tapi akoe hanyalah pungguk yang merindukan bulan.
“abel” sapa Indra
“ngapa In….” jawabku
“bentar lagi
“enaknya kemana dra???” aku balik nanya
“ke Curup azha yuk, kita bisa ke danau, suban taw kita ke Bunbin azha..pa lagi kalo ama cewek yang kita cintai…” jawab indra
(mang….. angggota DPR yang plesiran-plesiran terus…)
“Gimana ngajak cewek, aku azha masih jomblo” sela aku
(gini-gini masih jomblo…. Aa gym azha poligami, maklum aku kan Jomblo 3 bulan 3 minggu 3 hari 3 jam 3 menit 3 detik)
Memang dikampus akoe tempat orang beken kuliahnya. Apalagi dikelasku yang terkenal kelas seleberitis seperti Lena, Laila, Sisca, Indri dll (cewek selebritis di kampusku yang pusatnya keliatan). Mereka materialistik dan melihat ketampanan saja tanpa melihat kepribadian seseorang (mungkin mobil pribadi or rumah pribadi kali ni....... Nggak nuduh dong cuma praduga saja). Mereka enggak mau diajak jalan-jalan pake angkot (mungkin nggak sebanding dengan parfumnya). Maunya sih... pake roda dua or roda empat (Gimana kalau pake becak mang Udin..).
Hari ini akoe ingin ketoko sepatu, abis.... kalo aku main bulu tangkis, sepatuku dah buruk sekali, kalo lagi main nggak pede tuh....
Aku start motor bebek kesayanganku menuju pusat kota dan kuparkirkan motorku disebuah Toko Sepatu (yang parkirnya Amburadul). Disaat akoe lagi memilih sepatu.... tiba-tiba ada yang pungkul pundakku dari belakang.
“abel...” terdengar suara lembut dibelakangku..
dan aku membalikan tubuhku. Betapa terkejutnya aku karna yang yang menyapa adalah Afifa (cewek yang selama ini membikin aku dag dig dug kalo kami berpapasan saat kami kuliah)
“da apa Afifah” jawabku dengan gugup
“abel beli sepatu juga...” tanya afifah
“ iya.... afifah, sepatu untuk main bulutangkisku dah rusak” jawabku
“Abel.... bisa main kerumah ku ngak.. nanti sore” tanya afifah dengan suara lembutnya.
“bi...bisa..bisa” jawabku dengan gugup
“ Abel..aku duluan ya.... ntar sore aku tunggu” kata afifah sambil berlalu dari hadapanku sambil menjinjing sepatu yang barusan dibelinya.
Aku hanya terdiam, enggak tahu apa yang harus kuucapkan saat kepergian Afifah. (Abis siapa sih nggak merasa senang banget, bisa ngobrol ama cewek cantik dikampusku). Dan tidak kusangka kalo afifa itu ceweknya ramah, sopan, dan lembut. Diluar perkiraanku, karena kusangka selama ini dia itu sombong, angkuh dll.
“Assalamualaikum” saat ku ketuk rumah afifah
“Waalaikumsalam” kedengaran jawaban dari dalam
dan tiba-tiba pintu dibuka oleh seorang wanita paruh baya....
“Nak Abel ya...” Tanya ibu tersebut
“ iya Bu... “jawabku (dan aku jadi bingung....kok ibu ini tahu namaku)
“Silahkan duduk....”
“ma kasih bu....”
“ oh... ini namanya pabelan yang sering diceritakan afifah”
aku tambah bingung lagi, rasanya.. selama kuliah kami belum pernah ngobrol, kok afifah bisa menceritakan tentang aku dengan ibunya. Apakah selama ini Afifah sering mengamatin aku. Tapi.... apa maksudnya....
(kayak ngintai teroris azha... pa aku mirip dengan Nurdin M Top)
“abel... tunggu sebentar ya..... ibu panggil afifah”
“iya Bu...” jawabku
Akoe semakin bingung azha..... dan hatiku semakin berdebar-debar. Ada apa sebenarnya ini.., koknya ibunya belum kenal udah tahu tentang akoe. (kayak pejabat pemerintah yang udah dapat persen duluan sebelum proyek dikerjakan)
Lalu munculah seorang wanita yang cantik, anggun dan feminim dan rambutnya yang hitam panjang terurai dengan indahnya (persis seperti bukit sulap yang elok bila dilihat dari kejauhan).
“dah lama Abel” Tanya Afifah sambil tersenyum
“Barusan azha….” Jawabku sambil tersenyum
“Sebenarnya dah lama aku ingin mengundang Abel kerumahku.. tapi aku takut nanti abel ngak mau kerumahku” kata Afifah
Tiba-tiba ibu Afifah masuk dengan membawa air, lalu ia meletakan minumannya di atas meja.
“nak abel…..”kata ibunya sambil duduk disamping afifah
“ya…bu” jawabku
“mirip banget ya…“ kata ibunya ambil liat afifa
aku tambah bingung azha (bukan pura-pura bloon) dengan pembicaraan ibu afifa. Lalu ibu afifa pamit masuk kedalam.
“abel…pertama kuliah dan ketika aku melihatmu, bahwa kamu mirip banget dengan ayahku yang telah meninggal beberapa tahun lalu, dan selama ini aku sering mengamatimu….bahwa kamu bukan mirip saja,,,akan tetapi kepribadianmu sama persis dengan ayahku” cerita afifa.
“dan ibu menyetujui jika aku…..”tiba-tiba afifah berhenti dengan perkataannya
“menyetujui apa fa…” tanyaku tanpa sengaja
“apa ya…, pokoknya ibu setuju azha” kata afifah sambil menatapku dengan senyuman yang sangat manis. (melebihi manisnya madu taw janji-jani calon wako n wawako). Semenjak silaturahmi kerumah Afifa hubungan kami semakin akrab dan sepertinya kami sangat cocok saja… terima kasih cinta, kau telah menyapaku pada saat aku jomblo 3 bulan 3 minggu 3 hari 3 jam 3 menit n 3 detik.
