Minggu, 11 Januari 2009

CERPEN

AH..... AKU KECEWA !

By. ViDe BiNus

Kata orang akoe orangnya ganteng and tampan (apalagi didekatkan dengan Leonardo Dicaprio otomatis tidak berjauhan). Yang ngomong gitu bukan satu orang saja but sudah seribu orang (termasuk nenekku yang centil). Wajahku nggak malu-maluin dong kalau hanya diajak nongkrong dilapangan Merdeka or di Supermarket. Apalagi kalau hanya di ajak kondangan ke Merasi City (dijamin siiiiip lah.....).

“ Abel “, sapa Indra.

“ Ada apa dra “ jawabku

“ Saya bingung sama kamu, orang cakep kayak kamu kok belum punya pacar “, tanya Indra.

“ Kamu ada-ada saja, dra... “, gurauku

Setelah aku pikir-pikir memang aku menyadari bahwa sampai sekarang akoe belum ada gacoan. Kadang-kadang, kata temanku benar juga (Apa akoe nggak laku ya...).

Memang teman-temanku sangat baik kepada ku, mereka selalu menemaniku baik dalam suka maupun dalam duka. Apalagi pada saat aku gajian, mereka pintar sekali memujiku (mungkin mereka minta kecipratan gajiku agar di traktir makan bakso didepan kampusku).

Oh, yaa..... akoe ada cerita tentang cintaku yang membuat sakit Dodo Mentokku (Sakit ni yeeeeee.......). Memang akoe sering mendapatkan salam lewat temanku Indra. Dia menyampaikan salam dari Nora, Laila, Sisca, Indri (cewek selebritis di kampusku). Aku anggap angin lalu saja karena mereka bukan typeku. Mereka materialistik dan melihat ketampanan saja tanpa melihat kepribadian seseorang (mungkin mobil pribadi or rumah pribadi kali ni....... Nggak nuduh dong cuma praduga saja). Mereka anggak mau diajak jalan-jalan pake angkot (mungkin nggak sebanding dengan parfumnya). Maunya sih... pake roda dua or roda empat (Gimana kalau pake dokar..).

Aku berkeliling di supermaket lantai dua. Iseng-iseng kalau ketemu baju kesukaanku (maklum lagi gajian). Aku telah melihat bermacam-macam baju but tak satupun ketemu yang aku inginkan (kali mau cari baju bayi..... nggak cocok dong).

“ Lihat tas saja ah... “ Gumanku. Lalu aku berjalan menuju tempat penjualan tas, tanpa sengaja aku berpapasan dengan Afifa Salsabila Vide.

“ Hai Abel “, sapa Afifa

“ Oh..., Afifa, lagi ngapain fa “, tanyaku

“ Ini bel, aku nemani temanku ini beli tas”, jawab Afifa.

Lalu aku melihat teman afifa yang berdiri dibelakangnya

‘ Wah.... begitu anggunnya, rambutnya terurai, matanya sendu (bukan senang duit), wajah keibuan. Ini dia wanita pilihanku” Gumanku.

“ Oi..... jangan memandang saja, ayo kenalan...”, celetuk Afifa

“ Oh ya...... ya..... “ kataku sambil terkejut.

Lalu cewek tersebut mengulurkan tangannya.

“ Namaku Nadya Indah Agustin. Panggil saja Nadya”, katanya

“ Pabelan Hidayatullah Vide, orang memanggilku Abel “, kataku sambil berjabat tangan.

“ Udah ya...... kami tinggal dulu Abel “ sela afifa.

Tanpa sengaja mata kami bertatapan, dia memberikan senyumnya padaku. Senyuman yang tidak pernah kudapatkan dari wanita lain (kecuali senyuman nenekku yang ompong).

“ Abel, tinggal dulu yaa...... “sela Nadya.

“ ya....ya... “, jawabku

Sejenak aku termenung mengiringi kepergiannya. Jantungku berdebar-debar, tidak pernah kurasakan seperti ini ketika aku berkenalan dengan cewek (mungkin Nadya punya aliran listrik) dan Aku tak terpikirkan seandainya dia menjadi kekasihku. Apapun akan aku lakukan demi cintaku, demi dia.

Malam ini aku tak bisa tidur, entah kenapa sejak perkenalan itu wajah Nadya selalu hadir dibenakku. Apa ini yang dinamai cinta. Aku membayangkan betapa indahnya dunia ini seandainya dia menjadi kekasihku. Jalan satu-satunya aku harus mendekati Afifa Salsabila Vide. Akhirnya aku terlelap juga.

“ Abel “, Sapa Indra.

“ Ngapain dra..... “, jawabku

“ Abel, tolong ijinkan aku sama Pak Dedi Karwanto bahwa aku nggak bisa masuk mata kuliahnya “, pinta Indra.

“ Kamu mau kemana dra......”, tanyaku balik.

“ Biasa..... mau jalan-jalan “, jawab Indra sambil menstrater motornya.

“ Sama Siapa dra....”, tanyaku balik

“ Itu...........”, sambil tangan indra menunjuk seorang cewek didepan bakso.

Betapa terkejut aku, karna cewek tersebut adalah Nadya. Aku tak menyangka jika si Nadya jadian sama Indra. Sebab Indra adalah cowok play boy dikampusku.

“ Abel, pergi dulu ya........”, celetuk indra.

Aku tak menjawab dan aku hanya tertunduk lesuh. Aku lihat Nadya naik motor Indra dan bikin aku kecewa lagi ketika tangan Nadya memeluk pinggang Indra.

“ Kenapa aku harus kecewa ketika aku menemukan cintaku “,gumanku.

Mungkin saat ini aku tak mungkin merebutnya (Tanaman makan pagar itu namanya). Biarlah aku menanti Nadya disaat dia dikecewakan oleh Indra.

Buat Anakku tercinta :

Pabelan Hidayatullah Vide

Afifa Salsabila Vide

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cinta Yang Begitu Tragis